Background
Real Madrid pre-season schedule 2012-2013
Date
Competition
Fixture
Home Team
Away Team
24-07-2012
Friendly
G1
Real Oviedo
Real Madrid
27-07-2012
Friendly
G2
SL Benfica
Real Madrid
02-08-2012
Friendly
G3
Los Angeles Galaxy
Real Madrid
05-08-2012
Friendly
G4
Santos Laguna
Real Madrid
08-08-2012
Friendly
G5
AC Milan
Real Madrid
11-08-2012
Friendly
G6
Celtic FC
Real Madrid
26-09-2012
Friendly
G7
Real Madrid
Millonarios

Real Madrid schedule 2012-2013
Date
Competition
Fixture
Home Team
Away Team
19-08-2012
La Liga
SL1
Real Madrid
Valencia CF
23-08-2012
S. Super Cup
L1
Barcelona
Real Madrid
26-08-2012
La Liga
SL2
Getafe
Real Madrid
29-08-2012
S. Super Cup
L2
Real Madrid
Barcelona
02-09-2012
La Liga
SL3
Real Madrid
Granada
15-09-2012
La Liga
SL4
Sevilla
Real Madrid
18-09-2012
Champions
CL1
Real Madrid
Manchester City
24-09-2012
La Liga
SL5
Rayo Vallecano
Real Madrid
30-09-2012
La Liga
SL6
Real Madrid
Depor. de la Coruña
03-10-2012
Champions
CL2
Ajax
Real Madrid
07-10-2012
La Liga
SL7
Barcelona
Real Madrid
20-10-2012
La Liga
SL8
Real Madrid
Celta de Vigo
24-10-2012
Champions
CL3
Borussia Dortmund
Real Madrid
28-10-2012
La Liga
SL9
Mallorca
Real Madrid
31-10-2012
Copa del Rey
L32
Alcoyano
Real Madrid
03-11-2012
La Liga
SL10
Real Madrid
Real Zaragoza
06-11-2012
Champions
CL4
Real Madrid
Borussia Dortmund
11-11-2012
La Liga

SL11
Levante
Real Madrid
17-11-2012
La Liga

SL12
Real Madrid
Athletic Bilbao
21-11-2012
Champions
CL5
Manchester City
Real Madrid
24-11-2012
La Liga

SL13
Betis
Real Madrid
27-11-2012
Copa del Rey

L32
Real Madrid
Alcoyano
01-12-2012
La Liga

SL14
Real Madrid
Atletico Madrid
04-12-2012
Champions
CL6
Real Madrid
Ajax
08-12-2012
La Liga

SL15
Valladolid
Real Madrid
12-12-2012
Copa del Rey

L16
Celta de Vigo
Real Madrid
16-12-2012
La Liga

SL16
Real Madrid
Espanyol
22-12-2012
La Liga

SL17
Malaga
Real Madrid
06-01-2013
La Liga

SL18
Real Madrid
Real Sociedad
09-01-2013
Copa del Rey

L16
Real Madrid
Celta de Vigo
12-01-2013
La Liga

SL19
Osasuna
Real Madrid
15-01-2013
Copa del Rey

L8
Real Madrid
Valencia CF
20-01-2013
La Liga

SL20
Valencia CF
Real Madrid
23-01-2013
Copa del Rey

L8
Valencia CF
Real Madrid
27-01-2013
La Liga

SL21
Real Madrid
Getafe
03-02-2013
La Liga

SL22
Granada
Real Madrid
10-02-2013
La Liga

SL23
Real Madrid
Sevilla
13-02-2013
Champions
L16: L1
Real Madrid
Manchester United
17-02-2013
La Liga

SL24
Real Madrid
Rayo Vallecano
24-02-2013
La Liga

SL25
Depor. de la Coruña
Real Madrid
02-03-2013
La Liga

SL26
Real Madrid
Barcelona
05-03-2013
Champions
L16: L2
Manchester United
Real Madrid
10-03-2013
La Liga

SL27
Celta de Vigo
Real Madrid
17-03-2013
La Liga

SL28
Real Madrid
Mallorca
31-03-2013
La Liga

SL29
Real Zaragoza
Real Madrid
07-04-2013
La Liga

SL30
Real Madrid
Levante
14-04-2013
La Liga

SL31
Athletic Bilbao
Real Madrid
21-04-2013
La Liga

SL32
Real Madrid
Betis
28-04-2013
La Liga

SL33
Atletico Madrid
Real Madrid
05-05-2013
La Liga

SL34
Real Madrid
Valladolid
12-05-2013
La Liga

SL35
Espanyol
Real Madrid
19-05-2013
La Liga

SL36
Real Madrid
Malaga
29-05-2013
La Liga

SL37
Rayo Sociedad
Real Madrid
01-06-2013
La Liga

SL38
Real Madrid
Osasuna
* You can watch all Real Madrid live games scheduled fixtures from our Soccer Live section.
* You can also follow real-time results from all Real Madrid from Live Soccer Scores service.
Real Madrid schedule and fixtures in La Liga and Uefa Champions League
The Spanish competition "La Liga" has 38 scheduled fixtures, while the UEFA Champions League has 6 games as part of the group stages where Real Madrid will be playing. If Cristiano Ronaldo and his teammates get ranked in the top 2 places of that Group, they'll be granted access to the last-16 stage, where they'll have to take opponents in elimination rounds played in 2 matches (home and away fixtures).
.



***

Permusuhan antara Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Franco. Siapa Franco ini? Dia adalah seorang Jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, sampai sekarang, adalah ibukota dari Provinsi Catalonia, yang sebagian besar penduduknya adalah dari suku bangsa Catalan dan Basque. Sejak dulu, orang-orang Catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah penjajahan Spanyol.

Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. FC Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah marun Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami dari warna merah dan kuning (bendera) Catalonia.

Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona diinstruksikan (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. 

Franco
Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan apengaturan pertandingan dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub anti-franco dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum, terhadap Spanyol. Ada juga klub-klub lain di Catalonia seperti Athletic Bilbao dan Espanyol. Athletic Bilbao sampai saat ini tetap pada idealismenya untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi prestasi tidak sementereng Barcelona.

Demikian juga dengan Espanyol. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, FC Real Madrid. Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!.

Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.

Pada tahun 50-an dan 60-an, Barca memang tertutup oleh kejayaan Real Madrid yang waktu itu diperkuat Ferenc Puskas, Di Stefano, dsb. Sebagai anak emas Franco sejak tahun 1930-an, Real Madrid memang selalu memiliki sumber dana besar untuk belanja pemain. Barcelona sendiri, pada 2 dasawarsa tersebut hanya bisa memenangi 4 kali liga spanyol, 2 kali piala raja, dan satu kali piala Inter City Honest (yang kemudian menjadi UEFA Cup).

Pada tahun 1973, seorang pemain Belanda yang kelak menjadi salah satu legenda Barcelona, Johan Cruyff, bergabung dari Ajax. Dalam pernyataan persnya ketika diperkenalkan, Cruyff menyatakan bahwa ia lebih memilih Barcelona dibanding Real Madrid karena ia tidak akan mau bermain di sebuah klub yang diasosiasikan dengan Franco. 

Bersama kompatriotnya, Johan Neeskens, mereka langsung membawa Barcelona memenangi gelar liga spanyol (setelah sebelumnya 14 tahun puasa gelar), dan dalam prosesnya tahun itu sempat mengalahkan Real Madrid di kandang Madrid sendiri dengan skor 5-0 (!).

Pada tahun itu Johan Cruyff dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa, dan memberi nama anaknya dengan nama khas Catalan, yaitu Jordi. Statusnya sebagai legenda menjadi abadi. Jordi Cruyff sendiri pada akhirnya tidak pernah bisa sebesar ayahnya. Karir sepakbolanya lebih banyak dihabiskan di klub-klub medioker, meski sempat beberapa tahun memperkuat Manchester United.

Selanjutnya, permusuhan itu terus ada, meskipun tidak sesengit pada tahun-tahun awalnya, sampai sekarang. Bisa dibilang, rivalitas saat ini sudah lebih sportif dan berjalan dengan lebih sehat. Tapi permusuhan yang sejak dulu telah begitu mengakar menjadikan duel diantara keduanya selalu menjanjikan sesuatu yang spesial.

Inilah mengapa duel antara Barcelona dengan Real Madrid yang terjadi setidaknya 2 kali setiap tahunnya (di liga Spanyol) disebut dengan el classico, karena memang menyajikan satu duel klasik dengan sejarah panjang terbentang dibelakangnya.

Meski berulang setiap tahun, akan tetapi saking monumentalnya duel ini membuat Johan Cruyff dan Bobby Robson ketika menjadi pelatih Barcelona pada era akhir 1980-an sampai akhir 1990-an sampai mengibaratkan el classico sebagai sebuah perang, bukan sekedar pertandingan sepak bola.


Baik pelatih Real Madrid maupun pelatih Barcelona ketika menghadapi el classico akan merasa seperti membawa sepasukan serdadu perang, bukan sebuah kesebelasan sepak bola, karena begitu besarnya kehormatan yang dipertaruhkan.

Demikian juga pertaruhan bagi pelatih, karena ketika dia diangkat sebagai pelatih seolah sudah ada beban yang diberikan oleh klub: "Anda boleh kalah dari siapa saja di liga ini, tapi JANGAN sampai kalah dari Real Madrid...!!

Meski begitu di dalam lapangan, peperangan ini sepanjang sejarahnya selalu berlangsung dalam sportifitas yang tinggi, karena sportifitas pun merupakan satu bentuk kehormatan yang harus dijaga. Ini soal nama baik.

Transfer pemain adalah salah satu bentuk perang di luar lapangan. Dalam hal ini, perpindahan pemain dari Barcelona ke Real Madrid (maupun sebaliknya) akan dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatans Figo mungkin adalah salah seorang yang paling mengerti mengenai hal ini.

Direkrut oleh Barcelona pada tahun 1996, pemain Portugal yang kala itu bukan siapa-siapaa tersebut kemudian menemui masa-masa jayanya. Barcelona memberinya peranan signifikan sebagai sayap kanan tim, dan bersama Rivaldo membawa Barcelona berjaya pada akhir tahun 1990an.

Akan tetapi, pada tahun 2001, dunia tersentak ketika Figo menerima tawaran Real Madrid dengan iming-iming gaji dua kali lipat dan nilai transfer yang ketika itu menjadi rekor pembelian termahal seorang pemain sepak bola.

Nilai itu melebihi batas klausul transfer Figo, sehingga Barcelona harus menerima tawaran tersebut berdasarkan aturan Bosman. Meski begitu, transfer itu tetap tidak akan terjadi seandainya Figo secara pribadi tidak menerima tawaran Real Madrid. Toh akhirnya Figo berkhianat.


Dalam duel el classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp (kandang Barcelona), Figo menerima sambutan monumental yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup. 

Seorang pendukung Barcelona di tengah-tengah pertandingan berhasil menerobos pagar petugas keamanan, sambil memakai bendera Barcelona sebagai jubah, kemudian berlari ke arah Figo membawa sebuah hadiah istimewa: sebuah kepala babi, lengkap dengan sedikit darah masih menetes dari lehernya. Ia kemudian melemparkan bendera Barcelona dan kepala babi itu ke arah Figo. Figo sendiri hanya terdiam menunduk beberapa saat, lalu berjalan menjauh. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu, karena ia tahu kepala babi itu adalah simbol keserakahan dan pengkhianatan.

Dalam hal prestasi, Real Madrid memang masih di atas Barcelona. Jarak prestasi itu terjadi terutama pada tahun 1950-1970an, ketika Real Madrid menjadi anak emas Franco dan memiliki kekuatan finansial jauh diatas Barcelona untuk membeli bintang-bintang sepakbola dari seluruh dunia dan tradisi itu masih berlanjut hingga sekarang. (El Clasico)
 
#Alvin Ramdhan Pratama (pada 15-01-13)#